poojetz >> Puji Astuti

perkataan pertama adalah yang keluar dari hati

Menjaga Keamanan Makanan


Menjaga Keamanan Makanan
Jakarta – Terlihat sepele, namun tiap tahun jutaan orang menderita sakit gara-gara makanan. Sakit perut, diare sampai muntah-muntah dan demam bisa diderita karena kurang cermat menjaga kebersihan makanan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan makanan? Simak langkah praktis berikut ini!

Berita soal orang keracunan makanan seolah menjadi hal biasa. Padahal keracunan makaan bisa berakibat fatal bagi tubuh. Keamanan dan kebersihan makanan sangat akrab dalam lingkungan rumah. Karena dari rumahlah makanan diproduksi. Dengan langkah-langkah sederhana berikut ini hal tersebut bisa dicegah.

Sajikan Makanan Panas dalam Keadaan Panas:
Jika makanan yang Anda masak akan segera dimakan, sajikan segera dalam keadaan panas. Namun, jika tak akan segera dimakan, taruh dalam wadah bertutup dan simpan dalam lemari makan. Jangan membiarkan makanan pada suhu hangat, suhu ruangan lebih dari 2 jam. Karena pada suhu tersebut bakteri akan berkembang biak dengan cepat dan menimbulkan penyakit.

Sajikan Makanan Dingin dalam Keadaan Dingin:
Makanan seperti daging asap, susu, keju, aneka krim yang harus disajikan dingin, sajikan segera setelah diambil dari kulkas. Makanan yang harus ada pada suhu 15oC tetap harus pada suhu tersebut. Jika tidak, maka bekteri akan tumbuh subur!

Cucilah Tangan:
Cucilah tangan dengan air hangat dan sabun sebelum dan setelah memegang makanan. Tangan kita merupakan tempat tinggal bakteri secara alami. Saat memegang makanan akan ada bakteri yang berpindah dari tangan ke makanan dan makanan merupakan tempat bakteri bertumbuh! Sebaliknya, bakteri dari  makanan mentak akan mudah berpindah ke tangan. Jika tangan menyentuh mulut dan makanan lain, bakteri pun akan ikut berpindah.

Jangan Memindahkan Kontaminasi:
Tujuan memasak makanan adalah agar bakteri berbahaya mati. Karena itu pisahkan peralatan masak seperti pisau, talenan dan wadah untuk makanan mentah dengan yang sudah matang. Jika tidak, bakteri akan mudah berpindah dari bahan mentah ke makanan matang. Dengan kata lain makanan matang terkontaminasi bakteri.

Lumerkan Makanan Beku dengan Tepat:

Jika akan melumerkan makanan beku dari freezer, jangan membiarkan pada suhu ruangan. Cara yang tepat, pindahkan makanan beku dari freezer ke kulkas dan diamkan hingga meleleh atau lumer. Atau lumerkan dalam oven microwave.

Cucilah Sayuran dan Buah:
Sayuran dan buah segar tumbuh di luar, di udara terbuka karena itu sangat mudah tercemar dan membawa berbagai jenis bakteri. Karena cucilah selalu di bawah air mengalir agar kotoran dan larut dengan baik.

Simpan Telur Dalam Kulkas:
Jangan membiarkan telur ayam pada suhu ruangan terlalu lama karena pada suhu itu bakteri salmonella akan cepat berkambang-biak. Simpan selalu telur ayam dalam kulkas. Jangan sekali-sekali memakan kuning telur mentah karena bakteri salmonella tumbuh subur di dalam kuning telur ayam.

Masak Daging Cincang Sampai Matang:
Bakteri E coli yang merupakan bakteri pathogen ada di dalam daging sapi cincang. Karena itu masaklah semua makanan dari daging cincang terutama hamburger sampai benar-benar matang. Pada suhu tinggi bakteri E coli akan mati.

Jika Ragu, Buang Saja:

Jika Anda ragu dengan kondisi makanan, buang saja. Jangan mencoba mencicipi atau memanaskan kembali. Proses pemanasan tidak akan menyelamatkan makanan dan membunuh bakteri. Demikian juga jika makanan dalam kemasan kaleng dalam kondisi penyok, tidak utuh atau karatan sebaiknya buang saja. Ongkos untuk berobat jika Anda terserang sakit akan lebih mahal dari makanan yang anda buang!

Maret 1, 2011 - Posted by | Tips Hidup Sehat

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: