poojetz >> Puji Astuti

perkataan pertama adalah yang keluar dari hati

Kopi Penyebab Nafas Wangi?


Kopi Penyebab Nafas Wangi?
Jakarta – Aroma wangi kopi yang diseduh sangat menyegarkan. Bau ini pula yang sanggup menggugah rasa kantuk atau membuat orang jadi bersemangat di pagi hari. Bisa juga menciptakan suasana santai di sore hari. Jangan salah, bau wanginya ternyata bisa membuat bau nafas jadi semerbak!

Para peneliti dari Tel Aviv University membuat kejutan dengan penemuan adanya hubungan antara kopi dan bau nafas. Terbukti bahwa kopi bisa menyebabkan nafas harum!

Mel Rosenberg, ahli nafas menemukan adanya komponen khusus pada kopi yang dapat mencegah timbulnya nafas bau – melindungi bakteri penyebab bau untuk tidak menebar bau. “Orang mengira kopi dapat membuat nafas bau. Sebagai peminum kopi, saya juga percaya,” demikian tutur Rosenberg.

“Tetapi bau tidak enak tidak hanya karena kopi saja,” tambahnya. “Kami kira kopi yang telah mengering memberi bekas di mulut, bisa berfermentasi menjadi bau tak enak jika dicampur dengan bahan lain seperti susu.”

Hingga kini kopi masih menjadi penyebab nafas bau, seperti halnya tidak makan sarapan sehat, tidak minum cukup air atau minum banyak alkohol. Tetapi hingga studi yang dilakukan oleh Rosenberg tak seorangpun membuktikan secara ilmiah kaitan antara minum kopi dan nafas bau.

Dalam penelitiannya, Rosenberg beserta tim mengambil air liur dan melakukan inkubasi dengan sejumlah kopi bermerk termasuk kopi Israel, Elite, kopi Turki, Landwer dan Taster’s Choice. “Kami pikir air liur dan kopi akan membentuk bau yang sangat tidak enak, tetapi justru sebaliknya,” tutur Rosenberg.

Rosenberg yang menciptakan obat kumur populer Dentyl pH, kini sedang berusaha menciptakan obat kumur, pasta gigi dan permen karet dengan bahan dasar kopi. Efeknya akan sama dengan ekstrak tumbuhan seperti minyak cengkih yang sudah terbukti memiliki anti bakteri ampuh pengusir nafas bau.

Dari ratusan komponen pada kopi yang ingin diketemukan oleh Rosenberg adalah komponen bakteri tersebut. “Akan perlu waktu sangat lama,” tuturnya seperti dilansir CNN. “Riset ini memberikan pelajaran bahwa asumsi tidak selamanya benar. Bahkan dengan kekeliruan justru diketemukan hasil yang menarik,” tambah Rosenberg yang juga pengarang buku anak-anak berjudul ‘Mel The Smell Dragon’

Maret 1, 2011 - Posted by | Tips Hidup Sehat

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: