poojetz >> Puji Astuti

perkataan pertama adalah yang keluar dari hati

Model Pembelajaran Cooperative Script


Sintak pembelajaran Cooperative Script adalah:

1. Buat kelompok berpasangan sebangku,

2. bagikan wacana  materi bahan ajar,

3. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman,

4. sajikan hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi,

5. bertukar peran,

6. penyimpulan,

7. evaluasi dan refleksi.

Siklus Belajar, Pembelajaran Kooperatif dan Media Pendidikan dalam Pembelajaran Fisika[1]
Fase-fase dalam siklus belajar, yaitu eksplorasi, pengenalan istilah, dan aplikasi konsep, membentuk susunan spiral karena fase sebelumnya diterapkan dalam fase sesudahnya. Pada fase eksplorasi siswa dapat belajar sendiri (me-lakukan beberapa kegiatan dan reaksi dalam situasi baru. Pada fase pengenalan istilah siswa mengenal istilah-istilah baru yang menjadi acuan bagi pola yang ditemukannya dalam eksplorasi. Pada siklus terakhir, aplikasi konsep, siswa menggunakan istilah atau pola pikirnya untuk memperkaya contoh-contoh.
Siklus belajar adalah model pembelajaran yang fleksibel, terutama bagi seseorang yang kurang mendapat pengalaman langsung sehingga melalui siklus belajar siswa akan memperoleh pengalaman tersebut, misalnya dalam fase eksplorasi.
Macam-Macam Siklus Belajar
Terdapat tiga macam siklus, yaitu deskriptif, empirikal-abduktif, dan hipotetikal-deduktif. Perbedaan ketiga macam siklus belajar hanya terletak pada usaha siswa mendeskripsikan sifat-sifat atau generalisasi eksplisit dan menguji hipotesis-alternatif.
Pada siklus belajar deskriptif, siswa menemukan dan mendeskripsikan pola empirik dalam konteks yang khas. Pada siklus belajar empirikal-abduktif, siswa juga menemukan, seperti pada siklus pertama (eksplorasi), tetapi telah melangkah lebih jauh, yaitu dengan menciptakan sebab-sebab yang mungkin ada pada pola tersebut. Pada siklus belajar hipotetikal-deduktif, siswa mengemukakan per-tanyaan-pertanyan sebab musabab yang dapat menimbulkan beberapa macam penjelasan.
Penggunaan Siklus Belajar dalam Pembelajaran Fisika
Beberapa hal ini berkaitan erat dengan proses pembelajaran fisika adalah elemen-elemen pokok dalam pembelajaran itu sendiri, misalnya bahan dan aktifitas yang menarik siswa, terbentuk pola pikir jika… dan… maka…, munculnya jawaban atau cara yang lebih efektif, munculnya uraian, prakiraan atau data baru, tersedianya kesempatan untuk memeriksa sejauh mana konsep baru dapat diterapkan dalam konteks lain, sifat khas pelajaran, sifat khas perilaku siswa dan sifat khas perilaku guru. Hal-hal tersebut dikenalkan untuk mencapai pembelajaran fisika yang efektif dengan tujuan agar tercapainya guru yang sukses.
Dalam mendesain pembelajaran disarankan untuk meningkatkan pengetahuan konsep dan keterampilan pikir dengan memperhatikan elemen-lemen di atas. Demi tecapainya pembelajaran yang efektif perlu dimonitor pelaksanaannya melalui beberapa pertanyaan mengungkap sifat-sifat khas pelajaran dan perilaku siswa dan guru sebagai penginvestigasi kegiatan siswa oleh guru itu sendiri atau oleh orang lain, misalnya teman sejawat dan kepala sekolah.
Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif adalah khas di antara model-model pembelajaran karena menggunakan suatu struktur tugas dan penghargaan yang berbeda untuk meningkatkan pembelajaran siswa. Struktur tugas memaksa siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil. Sistem penghargaan mengakui usaha bersama, sama baiknya seperti usaha individual.
Model pembelajaran kooperatif berkembang dari kebiasaan pendidikan yang menekankan pada pemikiran demokratis dan latihan atau praktek, pembelajaran aktif, lingkungan pembelajaran yang kooperatif dan menghormati adanya perbedaan budaya masyarakat yang bermacam-macam.
Model pembelajaran kooperatif bertujuan agar terdapat efek (pengaruh) di luar pembelajaran akademik, khususnya peningkatan penerimaan antarkelompok serta keterampilan sosial dan keterampilan kelompok.
Model pembelajaran kooperatif bertumpu pada kerja kelompok kecil, berlawanan dengan pembelajaran klasikal (satu kelas penuh), dan terdiri 6 (enam) tahapan pokok: menentukan tujuan dan pengaturan, memberi informasi kepada siswa melalui presentasi atau teks, menyusun siswa dalam kelompok belajar, menentukan kelompok dan membantu kelompok belajar, menguji atau melakukan tes untuk mengetahui keberhasilan dari tugas-tugas kelompok, penghargaan baik terhadap prestasi individu maupun kelompok.
Diperlukan lingkungan pembelajaran yang kooperatif dari pada kompetitif dalam hal tugas-tugas dan penghargaan.
Dasar-dasar teoretis dan empiris mendukung penggunaan model pembelajaran kooperatif untuk tujuan pendidikan berikut: mendapatkan tingkah laku kooperatif, hasil kerja teoreitis dan memperbaiki hubungan-hubungan yang tidak harmonis.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif dalam Pembelajaran Fisika
Perencanaan tugas berkaitan dengan pembelajaran kooperatif, yang me-nekankan pada pengorganisasian siswa untuk kelompok kerja kecil, dan menggunakan materi pembelajaran yang beragam untuk digunakan selama kelompok-kelompok kerja (kelompok belajar) berlangsung.
Empat variasi dari pendekatan dasar dalam pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan adalah: Kelompok belajar siswa ( STAD ), JIGSAW, GI, dan Pendekatan Struktural. Tak peduli pendekatannya, pembelajaran kooperatif dicirikan dengan kerja siswa dalam kelompok kecil, dan berorientasi pada adanya penghargaan kelompok.
Memimpin pembelajaran kooperatif mengubah peranan guru dari sebagai pusat pembicara atau pembicara utama menjadi choreographer dalam aktivitas kelompok kecil. Kelompok kerja kecil menimbulkan suatu tantangan pengelolaan bagi guru. Guru harus membantu siswa melakukan transisi di dalam kelompok kecil mereka, mengatur kelompok kerja mereka, dan mengajarkan keterampilan penting, yakni keterampilan sosial dan keterampilan kelompok.
Assesmen atau tugas-tugas evaluasi menggantikan pendekatan tradisional kompetitif dalam model pembelajaran lain dengan penghargaan individual dan kelompok. Cara-cara lain (seperti surat berita, presentasi kelompok) perlu ada sebagai penghargaan dan penyelesaian kooperatif siswa.
Contoh Pembelajaran Kooperatif dalam Pembelajaran Fisika
Pembelajaran kooperatif diberikan untuk dapat menjelaskan konsep-konsep fisika yang sulit dimengerti siswa dan juga sangat berguna menumbuhkan kemampuan kerjasama, berfikir kritis, kemampuan membantu teman dan sebagainya.
Rencana pembelajaran kooperatif meliputi, rangkuman materi pembelajaran, tujuan pembelajaran yang diharapkan dari siswa, pendekatan yang digunakan, keterampilan siswa yang diperlukan, dan langkah-langkah pembelajaran
Peran Media Pendidikan
Komponen penting dalam sistem komunikasi, antara lain pengiriman pesan, pesan, saluran dan penerima. Pada komunikasi dalam proses belajar-mengajar, guru menjadi sumber dan komunikator, siswa menjadi komunikan dan menjadi tujuan pesan. Agar pesan dapat sampai ke tujuan dengan efektif dan efisien harus digunakan media. Dalam pendidikan, media tersebut dinamakan media pendidikan atau media instruksional. Dalam penggunaan media, pesan dapat dinyatakan dalam bentuk simbol piktoral, simbol grafis, dan simbol verbal.
Dengan menggunakan media pendidikan, dapat ditanggulangi berbagai kelemahan dalam sistem komunikasi.
Media pendidikan disebut juga media instruksional, yang memiliki nilai praktis dan berfungsi mengatasi perbedaan pengalaman pribadi murid, mengatasi batas-batas ruang kelas, keterbatasan karena jarak, waktu dan mengatasi hal-hal yang terlalu komplek untuk diamati.
Sebelum membuat suatu media pendidikan dalam pembelajaran di sekolah, guru hedaknya merancang pesan yang sangat erat kaitannya dengan media instruksional.
Macam-Macam Media Pendidikan
Media itu, antara lain meliputi media cetak, media pajang, media peraga, media eksperimen, OHP, OHP dan kombinasinya, slide, film strip, film, VCD, TV instruksional, internet, dan sebagainya.
Menurut Wilbur Schramm media pembelajaran dibedakan menjadi dua macam, yaitu media besar dan media kecil. Media besar diartikan sebagai media yang kompleks dan mahal, seperti TV, Film, Komputer, dan sejenisnya. Sesuai dengan rekomendasi dalam GBPP maka modul ini akan menyajikan suatu media yang dibedakan atas media nonelektronik dan media elektronik.
Media nonelektronik yang sering digunakan dalam pembelajaran Fisika, dapat meliputi: media cetak, media pajang, media peraga, media eksperimen. Selanjutnya untuk media elektronik dalam pembelajaran Fisika, dapat berupa: OHP, OHP dan kombinasinya, program slide instruksional, program film strip, film instruksional, VCD, TV instruksional dan internet.

Februari 24, 2011 - Posted by | Model Pembelajaran |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: