poojetz >> Puji Astuti

perkataan pertama adalah yang keluar dari hati

Si Kabayan menyadap nira aren


Nira adalah cairan manis yang keluar dari tangkai bunga pohon aren (enau). Air nira ini dapat dijadikan gula aren atau dapat diminum sebagai minuman ringan (tuak manis atau dlm bahasa sunda disebut lahang).
Alkisah si Kabayan oleh mertuanya disuruh mengambil air lahang tersebut ke kebun. Dengan langkah yang malas2an iapun terpaksa mau padahal sebenarnya dia paling gak suka disuruh ke kebun.
Berbekal sebilah golok dan dua batang bumbung (bambu betung untuk wadah nira) berangkatlah ia ke kebun. Sesampainya di kebun dia pilih pohon aren yang banyak bunganya lalu melalui tangga bambu dia naik ke atas pohon aren tersebut.
Pada saat dia akan memotong tangkai bunga aren tersebut tiba2 golok yang dipegangnya terjatuh dan jatuhnya persis di atas tangga bambu dan mengeluarkan bunyi merdu (menurut kuping si Kabayan) yang kedengarannya begini : prang – pring – prung – preng – prong – pluk.
Eh, merdu juga nih pikir si Kabayan, lalu dia pengen denger suara itu lagi tapi benda apa lagi yah. Nah, ini kan masih ada sarung goloknya, lalu dia buang ke bawah melalui tangga bambu itu dan berbunyi : trang – tring – trung – treng – trong – plek.
Enaak, kata si Kabayan, apalagi yah, ooh kan ada bumbung kosong, lalu dia terjunkan lagi ke bawah melalui tangga bambu dan berbunyi : dang – ding – dung – deng – dong – blek.
Uenaak tenan, lalu bumbung yang satu lagi dilempar ke atas tangga bambu dan berbunyi : blang – bling – blung -bleng – blong – brek,
Asiiik ah, terus apa lagi yah yang lebih merdu lagi suaranya, ternyata gak ada lagi barang yang bisa didendangkan lewat tangga bambu itu.
Tiba2 dia inget, kan Kabayan teh pinter nyanyi dan juara tembang se kampung, pasti lebih merdu lagi kalau didendangkan lewat tangga bambu itu lagi. Tanpa pikir panjang dan mungkin udah pusing kecapean nangkring diatas pohon maka dengan serta merta dia jatuhkan badannya ke tangga bambu maka terdengarlah suara yang jauh dari merdunya tembang si Kabayan : ha’ – hi’ – hu’ – he’ – hoo’ – heeek.

Februari 9, 2011 - Posted by | Kabayan |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: